PA.PSP
Dirgahayu
×

Warning

JFolder: :files: Path is not a folder. Path: home/papadang/public_html/v3

        (Aek Godang, 29/08/17). Pelaksanaan eksekusi terhadap seorang anak dari pasangan Abdul Siregar bin Karim Siregar dan Ratna Togu Harahap binti Berlin Harahap yang bernama Wahyu Alfa Rizki Siregar (Laki-laki), umur: 08 tahun di Desa Batu Nanggar Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara pada hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017  pukul 10.00 wib  tidak berjalan mulus, hal ini diebabkan bahwa anak yang akan dieksekusi oleh Jurusita Pengadilan Agama Padangsidimpuan Nelson Dongoran, S.Ag. S.H., M.M., sudah terlebih dahulu dipindahkan oleh orang tuanya (Abdul Siregar bin Karim Siregar) ke tempat lain yang belum diketahui keberadaannya saat ini.

          Jurusita Pengadilan Agama Padangsidimpuan Nelson Dongoran, S.Ag. S.H., M.M., sebelum melakukan eksekusi terlebih dahulu membacakan surat Penetapan No. 1/Pdt./Eks/2017/PA.Psp  yang dikeluarkan oleh Ketua Pengadilan Agama Padangsidimpuan  Drs. H. Ribat, SH., MH. memerintahkan Memerintahkan jurusita Pengadilan Agama Padangsidimpuan disertai dengan 2 (dua) orang saksi, jika diperlukan dapat meminta bantuan aparat keamanan (polisi) untuk melakukan eksekusi guna memenuhi isi putusan tersebut, yaitu : Mengembalikan serta  menyerahkan hak pemeliharaan anak (hadhanah) yang bernama : (1). Wahyu Alfarizki Siregar, laki-laki umur 7 tahun, dan  Azizah Nadya Rizki Siregar, perempuan, umur 5 tahun” kepada Penggugat (Ratna Togu Harahap binti Berlin Harahap). Pihak pengadilan sebelumnya juga telah mengeluarkan penetapan aan maning terhadap kedua mantan pasangan suami isteri tersebut masing-masing pada tanggal 20 Juli 2017 dan 31 Juli 2017, namun pihak Termohon eksekusi (Abdul Siregar bin Karim Siregar) tidak pernah hadir untuk diberi tegoran guna memenuhi putusan No. 169/Pdt.G/2017/PA.Psp tanggal 30 Nopember 2016 yang telah mempunyai hukum teta(p. Hadir dalam kesempatan tersebut pihak Pemohon Ratna Togu Harahap binti Berlin Harahap sedangkan Termohon (Abdul Siregar bin Karim Siregar) tidak hadir di tempat, dua orang saksi Muhammad Ansor S.H.dan Marausin serta dihadiri oleh Ketua PA. Padangsidimpuan Drs. Ribat, SH.,M.H., kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Indonesia Kabupaten Tapanuli Selatan, Aparat keamanan dari Polres Tapsel dan sejumlah media dan LSM.

Pemeriksaan isi rumah

          Usai membacakan penetapan tersebut, panitera dibantu oleh pihak keamanan Polres Tapanuli Selatan, memeriksa isi rumah yang ditunjuk oleh Pemohon eksekusi, dari hasil pemeriksaan isi rumah ternyata tidak ditemui anak  tersebut, beradar kabar bahwa malam hari sebelumnya anak yang bernama Wahyu Alfa Rizki Siregar telah disembunyikan  oleh ayahnya (Abdul Siregar bin Karim Siregar) ke tempat yang tidak diketahui. Selesai memeriksa isi rumah, Jurusita menyampaikan bahwa tidak ditemui anak yang bernama Wahyu Alfa Rizki Siregar di tempat yang ditunjuk oleh Pemohon, dan pelaksanaan eksekusi hari ini dinyatakan belum berhasil., tandasnya. Dan untuk langkah selanjutnya Jurusita menyampaikan dapat mengajukan kembali eksekusi tahap kedua, atau melaporkan kepada pihak berwajib bahwa Termohon (Abdul Siregar bin Karim Siregar) telah melakukan tindak pidana penculikan atau perampasan anak.

Penandatanganan Berita Acara Eksekusi

          Penandatangan berita acara eksekusi langsung dilakukan ditempat lokasi oleh Jurusita ,Pemohon, dua orag saksi dan Kepala Desa, kemudian diberikan kepada pihak-pihak terkait sebagai dokumen resmi atas pelaksanaan eksekusi.

Sesuai pantauan Tim redaksi ke lokasi, selain pengecekan isi rumah, pihak Pemohon di dampingi kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Indonesia Kabupaten Tapanuli Selatan juga berkunjung ke Sekolah Dasar yang tidak jauh dari lokasi, tempat  dimana Wahyu Alfa Rizki Siregar  menuntut ilmu, dari penjelasan kepala sekolah bahwa anak tersebut sudah 3 (tiga) hari tidak masuk sekolah.

          Tidak tahu kemana disembuyikan Wahyu Alfa Rizki Siregar oleh ayahnya, sehingga anak tetap menjadi korban dari sikap orang tua yang egois dan tidak patuh terhadap hukum. Mudah-mudahan anak-anak Indonesia lainnya tidak mengalami seperti yang dialami Wahyu Alfa Rizki Siregar. Semoga.(by admin)

         

 

Pimpinan dan Hakim

Terjemahkan


Pegawai

Lokasi

Sidang Hari ini